Tujuan dan Fungsi Bimbingan dan Konseling



a.       PENGERTIAN BIMBINGAN
Bimbingan adalah  suatu  proses  bantuan  yang  terus  menerus  kepada  individu  agar  mencapai  kemampuan  untuk  dapat  memahami  dirinya  dan  kemampuan  untuk  merealisasikan  dirinya  sesuai  dengan  potensi  atau  kemampuannya  dalam  mencapai  penyesuaian  diri  dengan  lingkungan,  baik  keluarga,  sekolah  dan  masyarakat,  yang  pada  akhirnya  individu  akan  mencapai  perkembangan  yang  optimal

@ Menurut Abu Ahmadi, bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu (peserta didik) agar dengan potensi yang dimiliki mampu mnegembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik.

@ Menurut Prayitno dan Erman Amti, bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, atau orang dewasa; agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.
@ Menurut Bimo Walgito, bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya, agar individu dapat mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya.
@ Menurut Arthur J. Jones, bimbingan adalah “The  help given by one person to another in making choices and adjustment and in solving problems”. Maksudnya adalah bahwa dalam proses bimbingan ada dua orang, yakni pembimbing dan yang di bombing, dimana pembimbing membantu si terbimbing sehingga si terbimbing mampu membuat pilihan-pilihan, menyesuaikan diri, dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.
@ Menurut Surya yang mengutip pendapat Crow dan Crow, bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh seorang laki-laki maupun perempuan yang memiliki pribadi baik dan  pendidikan yang memadai, kepada seseorang (individu) dari setiap usia untuk menolongnya mengembangkan kegiatan-kegiatan hidupnya sendiri, membuat pilihan sendiri, dan memikul bebannya sendiri
b.      PENGERTIAN KONSELING
Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang mengalami sesuatu masalah (disebut konsele) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien.

@ Menurut Tolbert, konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka anatar dua orang dalam mana konselor melalui hubunga itu  dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situsi belajar. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri, keadaannya sekarang, dan kemungkinan keadaannya di masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya, demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang.

@ Menurut Jones, konseling adalah merupakan suatu hubungan professional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. Hubungan ini biasanya bersifat individual atau seorang-seorang, meskpun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya, sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna baginya.
@ Menurut Pepinsky 7 pepinsky, dalam Shertzer dan Stone, 1974, konseling adalah merupakan interaksi yang (a) terjadi anatara dua orang individu, masing-masing disebut konselor dank lien, (b) terjadi dalam suasana yang professional, (c) dilakukan dan dijaga sebagai alat untuk memudahkan perubahan-perubahan dalam tingkah laku klien.
@ Menurut Smith, dalam Shertzer dan Stone, 1974, konseling adalah merupakan suatu proses dimana konselor membantu klien membuat interprestasi-interprestasi  tentang fakta-fakta yang berhubungan dengan pilihan, rencana, atau penyesuaian-penyesuaian yang perlu dibuat.
@ Menurut Mc. Daniel, konseling adalah merupakan suatu pertemuan langsung dengan individu yang ditunjukan pada pemberian bantuan kepadanya untuk dapat menyesuaikan dirinya secara lebih efektif dengan diirnya sendiri dan lingkungan
c.       PENGERTIAN BIMBINGAN DAN KONSELING AGAMA
Bimbingan dan konseling agama adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling (face to face) oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut konseli) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi konseli serta dapat memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki dan sarana yang ada, sehingga individu atau kelompok individu itu dapat memahami dirinya sendiri untuk mencapai perkembangan yang optimal, mandiri serta dapat merencanakan masa depan yang lebih baik untuk mencapai kesejahteraan hidup yang berkaitan dengan pendidikan agama.

Contoh bantuan yang diberikan dalam layanan bimbingan diantaranya:
a.       Membantu merencanakan waktu dan kegiatan belajar
b.      Membantu kesulitan dalam mata pelajaran tertentu
c.       Membantu dalam hal yang berkaitan dengan cara, proses, prosedur dalam belajar
d.      Memotivasi peserta didik dalam belajar

Komentar