Postingan

Menampilkan postingan dengan label Al-Qur'an dan Hadits

Macam-Macam Hadits Dhaif

  S ecara garis besar yang menyebabkan suatu hadits digolongkan sebagai hadits dhai’if dikarenakan dua hal, yaitu: gugurnya rawi dalam sanadnya dan adanya cacat   pada rawi atau matan.

Makalah Hadits Dhaif

Hadits dha’if   adalah hadits yang lemah, disebabkan karena gugurnya rawi, cacat pada rawi dan matannya, dalam pembahasan ini kita dapat mengetahui bagaimana hadits yang dha’if, kriteria, macam, contoh dan kehujjahannya serta kitab-kitab yang memuatnya .    Hadits dha’if   ini banyak macam ragamnya oleh karena itu kita harus lebih memahami tentang hadits dha’if. Kemudian tentang kehujahan hadits dha’if ini dapat diamalkan secara mutlak yang berkaitan dengan masalah halal dan haram, kewajiban dengan syarat tidak ada hadits lain, kemudian dipandang baik mengamalkan hal-hal yang dianjurkan dan meninggalkan hal-hal yang dilarang.

Tafsir Surah Ar-Rum Ayat 24

Secara rinci M. Quraish Shihab didalam bukunya Tafsir Al-Mishbah menafsirkan Surah Ar-Rum Ayat 24  ini sebagai berikut: (Dan di antara tanda-tanda) kekuasaan - ( Nya ) adalah ( dia memperlihatkan kepada kamu ) dari saat ke saat ( kilat ) yakni cahaya yang berkelebat dengan cepat di langit ( untuk menimbulkan ketakutan ) dalam benak kamu – apalagi para pelaut, jangan sampai ia menyambar ( dan ) juga untuk menimbulkan ( harapan ) bagi turunnya hujan , lebih-lebih bagi yang berada didarat ( dan dia menurunkan air ) hujan ( dari langit ) yakni awan, ( lalu menghidupkan bumi ) yakni tanah ( dengannya ) yakni dengan air itu ( sesudah matinya ) yakni sesudah kegersangan dan ketandusan tanah dibumi itu . ( Sesungguhnya pada yang demikian ) hebat dan menakjubkan (itu benar-benar terdapat tanda-tanda I kekuasaan Allah, antara lain menghidupkan kembali yang telah mati. Tanda-tanda itu diperoleh dan bermanfaat ( bagi kaum yang berakal ) yakni yang memikirkan dan merenungkannya. ...

Penjelasan Surah Ar-Ra'd ayat 11

Kenikmatan yang dilimpahkan Allah kepada suatu masyarakat, bisa saja hilang dan berubah menjadi adzab apabila masyarakatnya berbuat durhaka dan maksiyat kepada Allah. Begitupun sebaliknya, keadaan yang buruk yang menimpa masyarakat akan berubah menjadi menyenangkan dan penuh nikmat apabila masyarakatnya berlaku takwa dan beramal sholeh. Perubahan keadaan masyarakat dari positif ke negative ataupun sebaliknya tersebut sudah menjadi sunnatullah. Allah telah membuat aturan-aturan baku di alam ini, siapapun yang dapat menjalankan aturan-aturannya ini maka ia telah berhasil merengkuh sunnatullah. Ada anggapan keliru dikalangan masyarakat, bahwa makna surat Ar Ra’d ayat 11 selalu diartikan Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sehingga mereka sendiri mau merubahnya, ini adalah tafsir yang keliru dan sesat, sebab yang dirubah oleh Allah dalam ayat itu adalah keadaan seseorang terkait dengan hukum sebab akibat. Perubahan yang mesti dilakukan adalah perubahan secara individu yan...

Pengertian Al-Qur'an dan Hadits

A.   Pengertian Al-Qur’an dan Hadits 1)    Pengertian Al-Qur’an Secara bahasa, kata Al-Qur’an adalah bentuk kata benda (masdar) dari kata kerja Qoro-’artinya membaca. Secara istilah, Al-Quran adalah firman atau wahyu berbahasa Arab yang berasal dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara mmalaikat jibril dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan secara mutawatti r, membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah , yang diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas. Dalam Al-Qur'an sendiri terdapat beberapa ayat yang menyertakan nama lain yang digunakan untuk merujuk kepada Al-Qur'an diantaranya, Al-Kitab, Al-Furqan (pembeda benar salah), Adz-Dzikr (pemberi peringatan), Al-Mau'idhah (pelajaran/nasihat), Al-Hukm (peraturan/hukum), Al-Hikmah (kebijaksanaan), Asy-Syifa' (obat/penyembuh), Al-Huda (petunjuk), At-Tanzil (yang diturunkan), Ar-Rahmat (karunia), Ar-Ruh (ruh), Al-Bayan (penerang), Al-Kalam (ucapan/firman), ...